Usaha Budidaya Semut Rangrang
Headlines News :

Latest Post

Cara Meningkatkan Produksi Kroto

Written By Dagangan Halal on Sabtu, 05 Juli 2014 | 23.25



Cara Meningkatkan Produksi Kroto - Untuk dapat memenuhi target beternak kroto dengan hasil kroto yang melimpah, Anda harus tahu cara meningkatkan produksi krotot pada semut rangrang. Kroto adalah telur semut rangrang yang sekarang ini semakin susah untuk didapatkan. Semula, alam menyediakan telur semut ini sangat melimpah, karena pengambilannya yang sembarangan dari sarangnya, maka sekarang ini kroto makin susah ditemukan di alam.

Telah terbuka peluang baru yang sangat menjanjikan, yaitu dalam bidang pakan ternak (burung kicauan) berupa kroto. Untuk memenuhi kebutuhan kroto sekarang ini dilakukan dengan budidaya semut rangrang dengan media toples di rumah. Budidaya kroto memberikan peluang usaha baru bagi para pebisnis yang jeli melihat peluang pasar yang sangat terbuka lebar, dengan harga yang sangat tinggi, budidaya kroto semut rangrang bisa mendatangkan keuntungan jutaan rupiah perbulan. Tinggal bagaimana cara budidayanya agar semut rangrang tersebut dapat berproduksi secara maksimal seperti pada habitat aslinya. Berikut ini rahasia menigkatkan produksi kroto pada semut rangrang.
Agar semut rangrang penghasil kroto dapat bertelur dengan maksimal, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para pembudidayanya, yaitu:
  1. Kebersihan kandang atau rak.
  2. Makanan yang terjamin ketersediaanya.
  3. Minuman yang selalu tersedia
Dari ketiga hal tersebut, makanan adalah faktor yang paling utama dalam meningkatkan produktifitas semut rangrang penghasil kroto, meskipun sebenarnya, kedua hal lainnya yang tersebut di atas juga sangat penting.
Makanan semut rangrang di alam sangat banyak, contohnya ulat dun pisang, kinjeng atau capung, jangkrik, cicak, dan termasuk sisa atau limbah ikan, yang penting berupa hewani. Ada satu jenis pakan lagi yang tidak kalah penting dalam meningkatkan produksi kroto adalah tulang atau sumsum tulang. Salah satu daerah di Bandung ada seorang pembudidaya kroto yang telah sukses, dengan mengandalakan sumsum tulang apa saja sebagai makanan semut rangrang, dan hasilnya produksi kroto lebih bagus.
Cara memberikann sumsum tulang pada semut rangrang adalah dengan cara meremukkan tulang tersebut agar sumsumnya terlihat, sehingga semut rangrang dapat dengan mudah memakannya. Tulang yang diberikan berupa tulang sapi, ayam, kambing, dan tulang apa saja. Untuk menunjang peningkatan produktifitasnya, cairan gula juga sangat diperlukan.

Syarat Sukses Budidaya Kroto



Syarat Sukses Budidaya Kroto - Sukses harus dicapai dengan kerja keras dan persyaratan tertentu, demikian juga dengan ternak kroto. Salah satu kunci sukses budidaya kroto adalah dengan ketekunan. Budidaya kroto memerlukan ketekunan dari pelakunya untuk mencapai sukses dan keberhasilan.

Budidaya kroto harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan ketekunan serta dengan sarana dan prasarana yang baik juga, seperti misalnya, kandang atau rumah khusus yang jauh dari aktifitas manusia dan hewan lain.

Jika diamati, semut rangrang di alam juga membutuhkan ketenangan untuk berkembang biak, demikian pula ketika semut rangrang diternakkan. Sukses ternak kroto tidak lepas dari beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Berikut ini 5 syarat sukses budidaya kroto:


Agar semut rangrang penghasil kroto dapat berkembang biak dan berproduksi secara maksimal, harus memenuhi standar dan persyaratan tertentu, berikut beberapa hal yang harus dipenuhi dalam budidaya kroto, yaitu 5 syarat sukses budidaya kroto:
  1. Kandang, kandang atau tempat budidaya kroto harus terhindar dari segala aktifitas, baik manusia ataupun hewan lainnya. Hal ini untuk menjaga ketenangan semut rangrang dalam berkembangbiak maupun bertelur. Kandang hendaknya ditempatkan di luar rumah, dibuatkan ruangan khusus tersendiri yang terlindung dari segala gangguan.
  2. Pakan, pakan sangat menentukan keberhasilan budidaya kroto, ketersediaan pakan yang disukai rangrang adalah mutlak dilakukan. Kalau memberi makan manusia itu sangatlah mudah, karena manusia dapat berbicara, suka terhadap makanan tersebut atau tidak, sudah kenyang atau belum, sudah lapar lagi atau belum, bagaimana dengan semut rangrang yang tidak bisa berbicara, nah ini sulitnya, Pakan harus selalu tersedia agar semut tidak kelaparan dan intinya agar semut dapat bertahan hidup untuk bertelur. Bsagaimana semut bisa bertelur kalau kelaparan? Itu yang terjadi pada ternak saya, semut rangrang yang saya pelihara sering kelaparan, karena sering saya tinggal untuk urusan lainnya.
  3. Jenis Pakan Semut Rangrang, ada beberapa jenis pakan semut rangrang penghasil kroto yang direkomendasikan oleh para peternak yang telah berhasil, baik yang saya peroleh dari internet, maupun secara langsung dari peternak via telepon, pakan itu di antaranya adalah jangkrik, ulat, belalang, daging ayam, cicak, dan hewan-hewan kecil atau serangga lainnya. Info terbaru dari teman saya yang baru pulang dari Bandung, di Bandung temannya teman saya tersebut telah berhasil budidaya kroto hingga panen dengan mengandalkan pakan berupa tulang, baik tulang sapi, kambing, maupun tulang-tulang hewan lainnya, caranya adalah tulang dipecahkan agar sumsumnya terlihat, sumsum itulah yang dimakan oleh semut rangrang. Info terbaru lainnya berasal dari peternak pemula yang sudah menunjukkan tanda-tanda keberhasilan mengingat semut rangrang yang diternaknya sudah mulai berkembang biak, itu ditandai dari berawal 5 toples, kini telah bertambah menjadi puluhan toples, peternak tersebut mengatakan bahwa pakan ini rahasia, tolong jangan disebarkan. Sebenarnya saya juga merasa tidak enak untuk memberitahukannya, namun demi kebersamaan, maka saya memberanikan diri untuk menyampaikannya, bahawa pakan rahasia tersebut adalah tepung ikan.
  4. Minuman, minuman adalah salah satu persyaratan penting juga yang harus tersedia, minuman dibuat dari gula yang dicairkan, dengan cacatan jangan terlalu cair, harus kental, maka gunakan air sedikit saja, biar gula mencair sedikit demi sedikit dengan sendirinya.

Cara Meningkatkan Produksi Kroto


Cara Meningkatkan Produksi Kroto - Untuk dapat memenuhi target beternak kroto dengan hasil kroto yang melimpah, Anda harus tahu cara meningkatkan produksi krotot pada semut rangrang. Kroto adalah telur semut rangrang yang sekarang ini semakin susah untuk didapatkan. Semula, alam menyediakan telur semut ini sangat melimpah, karena pengambilannya yang sembarangan dari sarangnya, maka sekarang ini kroto makin susah ditemukan di ala

Telah terbuka peluang baru yang sangat menjanjikan, yaitu dalam bidang pakan ternak (burung kicauan) berupa kroto. Untuk memenuhi kebutuhan kroto sekarang ini dilakukan dengan budidaya semut rangrang dengan media toples di rumah. Budidaya kroto memberikan peluang usaha baru bagi para pebisnis yang jeli melihat peluang pasar yang sangat terbuka lebar, dengan harga yang sangat tinggi, budidaya kroto semut rangrang bisa mendatangkan keuntungan jutaan rupiah perbulan. Tinggal bagaimana cara budidayanya agar semut rangrang tersebut dapat berproduksi secara maksimal seperti pada habitat aslinya. Berikut ini rahasia menigkatkan produksi kroto pada semut rangrang.
Agar semut rangrang penghasil kroto dapat bertelur dengan maksimal, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para pembudidayanya, yaitu:
  1. Kebersihan kandang atau rak.
  2. Makanan yang terjamin ketersediaanya.
  3. Minuman yang selalu tersedia
Dari ketiga hal tersebut, makanan adalah faktor yang paling utama dalam meningkatkan produktifitas semut rangrang penghasil kroto, meskipun sebenarnya, kedua hal lainnya yang tersebut di atas juga sangat penting.
Makanan semut rangrang di alam sangat banyak, contohnya ulat dun pisang, kinjeng atau capung, jangkrik, cicak, dan termasuk sisa atau limbah ikan, yang penting berupa hewani. Ada satu jenis pakan lagi yang tidak kalah penting dalam meningkatkan produksi kroto adalah tulang atau sumsum tulang. Salah satu daerah di Bandung ada seorang pembudidaya kroto yang telah sukses, dengan mengandalakan sumsum tulang apa saja sebagai makanan semut rangrang, dan hasilnya produksi kroto lebih bagus.
Cara memberikann sumsum tulang pada semut rangrang adalah dengan cara meremukkan tulang tersebut agar sumsumnya terlihat, sehingga semut rangrang dapat dengan mudah memakannya. Tulang yang diberikan berupa tulang sapi, ayam, kambing, dan tulang apa saja. Untuk menunjang peningkatan produktifitasnya, cairan gula juga sangat diperlukan.

Cara Merawat dan Memelihara Budidaya Kroto



Merawat dan memelihara adalah mutlak harus dilakukan dalam budidaya kroto. Merawat dan memelihara adalah hal yang sangat penting. Berikut ini 4 Cara Merawat dan Memelihara Budidaya Kroto.

1. Pemberian Pakan

Pemberian pakan merupakan hal yang pertama dan utama dalam budidaya kroto. Ada beberapa jenis pakan yang bisa kita berikan untuk budidaya kroto, di antaranya adalah ulat hongkong, jangkrik, ulat daunpisang, sumsum tulang, cicak, dan serangga lainnya. Disarankan untuk mempermudah pemberian pakan dan murah yaitu dengan ulat hongkong. Ulat hongkan bisa kita dapatkan dengan cara membeli dari toko pakan burung dengan harga Rp. 2.000,- per ons. Untuk lebih menghemat biaya produksi, kita bisa memelihara semut hongkong sendiri.

Pemberian pakan bisa dilakukan sehari sekali, kuncinya jangan sampai pakan habis, pakan harus selalu tersedia, karena semut rangrang aktif setiap saat untuk mencari dan mengumpulkan makanan.

2. Pemberian Minum

Pemberian minum dapat dilakukan seminggu sekali yang penting jangan sampai air minum kering, karena air minum sangat mempengaruhi produksi kroto. Pemberian air minum ditempatkan pada tempat yang rendah, misalnya tutup galon air minum.

Air minum dibuat dengan gula pasir yang ditetesi air sedikit agar meleleh atau larut dengan sendirinya dan hasilnya cairan kental.

3. Menjaga kebersihan kandang atau rak

Budidaya apapun, kebersihan sangat mempengaruhi hasil budidayanya, apalagi dalam budidaya kroto, semut rangrang sangat menyukai tempat yang bersih dari segala hal, misalnya sisa makanan dan lainnya.

Menurut pengamatan di lapangan, yaitu pada habitat aslinya, semut rangrang selalu membuat rumah atau sarang baru, baik pada pohon yang sama ataupun pada pohon baru. Hal itu dilakukan karena sarang yang lama sudah kotor dan tidak nyaman lagi, juga karena kebutuhan berkembang biak bagi semut untuk meneruskan keturunannya.

Untuk menjaga kebersihan bisa kita lakukan setiap kali memberi pakan, yaitu dengan menggunakan kuas kecil untuk membersihkan segala jenis kotoran yang terdapat pada rak budidaya kroto.

4. Mengganti air pada wadah kaki rak

Air pembatas pada wadah kaki rak berguna untuk membatasi dan mencegah agar semut tidak melarikan diri dari kandang atau rak. Selain air bisa juga menggunakan oli bekas.

Air harus sering diganti paling tidak seminggu sekali, karena dikhawatirkan untuk tempat bersarang nyamuk.

Selain 4 Cara Merawat dan Memelihara Budidaya Kroto di atas, masih ada satu hal lagi yang harus diperhatikan, yaitu ketenangan kandang.

Daerah di sekitar kandang harus jauh dari jangkauan dan aktivitas manusia ataupun hewan-hewan lain. Untuk dapat berproduksi maksimal, suasana harus tenang.

Setelah 4 Cara Merawat dan Memelihara Budidaya Kroto di atas terpenuhi, untuk mencapai tujuan produksi yang banyak, bisa membaca artikel selanjutnya pada

CARA MEMBUAT SARANG BUDIDAYA KROTO

CARA MEMBUAT SARANG BUDIDAYA KROTO - Sarang budidaya kroto terbuat dari bahan-bahan yang murah yang terdapat di rumah kita. Sarang buatan ini adalah sangat penting dalam budidaya kroto. Sarang budidaya kroto sangat berbeda dengan sarang di alam, sarang ini adalah hasil rekayasa untuk menempatkan semut rangrang pada budidaya kroto agar dapat berproduksi atau bertelur dalam wadah yang mudah untuk dipanen nantinya.
Sarang budidaya kroto ini terbuat dari bahan bekas yang sangat murah dan mudah kita dapatkan, baik di rumah kita maupun di lingkungan tempat tinggal kita. Benda yang digunakan untuk membuat sarang semut rangrang ini adalah toples bekas makanan.
CARA MEMBUAT SARANG BUDIDAYA KROTO

Cara Membuat Sarang Budidaya Kroto
  1. Sediakan toples bekas makanan.
  2. Bersihkan toples dari kotoran dan sisa-sisa makanan.
  3. Setelah bersih, lobangi bagian bawah toples, bisa di tengah atau di pinggir dengan diameter 2 cm.
  4. Gunakan pisau atau besi yang dipasaskan terlebih dahulu untuk membuat lubang.
  5. Setelah lobang bagian bawah selesai dibuat, kemudian teruskan dengan membuat lobang sejenis pada bagian samping, tepatnya 2 cm dari mulut toples.
  6. Guna lobang adalah untuk lalu lintas semut rangrang ketika akan mencari dan membawa masuk makanan untuk persediaan koloninya.
  7. Lobang tersebut juga berfungsi untuk sirkulasi udara agar sarang tidak lembab dan pengap.
  8. Manfaat lainnya dari lubang adalah untuk mengeluarkan bau dan sisa makanan yang sudah tidak dibutuhkan oleh semut tersebut.
  9. Jumlah sarang yang kita buat menyesuaikan dengan jumlah koloni semut.
  10. Semakin padat atau banyak koloni, semakin banyak pula sarang yang harus kita sediakan.
  11. Jika salah satu sarang telah ditempati semut dalam jumlah yang banyak atau padat, maka secara otomatis semut akan mencari sarang baru untuk kenyamanan dan perkembangbiakan.
Langkah selanjutnya setelah sarang selesai dibuat adalah:
5 Cara Memulai Budidaya Kroto

Cara Mulai Budidaya Kroto

Diantaranya Terdapat 5 Cara Untuk Memulai


Budidaya kroto adalah merupakan peluang bisnis baru yang dapat mendatangkan penghasilan besar. Banyak orang yang telah mengetahui akan hal ini, akan tetapi mereka masih bingung harus mulai dari mana? Berikut ini
5 Cara Memulai Budidaya Kroto.

  1. Mempersiapkan Rak Budidaya Kroto
  2. Mempersiapkan Sarang Buatan
  3. Mempersiapkan Peralatan Perburuan Sarang
  4. Berburu Sarang Kroto di Alam
  5. Memindahkan Semut Rangrang ke Sarang Buatan
Kita baca penjelasannya satu per satu di bawah ini
5 Cara Memulai Budidaya Kroto
Mempersiapkan Rak Budidaya Kroto
Langkah pertama adalah mempersiapkan kandang dan rak budidaya kroto. Kandang dibuat jauh dari keramaian dan lalu lalang aktivitas manusia agar semut rangrang bisa hidup dan berproduksi dengan tenang. Kandang harus rapat, bisa terbuat dari bambu atau bahan bekas lainnya yang murah yang penting rapat dan diberi pintu. Luas kandang sesuai dengan tempat yang kita miliki. Setelah kandang jadi, kemudian membuat rak untuk meletakkan sarang buatan. Rak bisa dibuat dengan bersusun 3 atau 4 atau 5 sesuai dengan ketinggian yang kita inginkan. Rak dibuat dengan ukuran kurang lebih tinggi 1,5 meter x panjang 2 meter x lebar 50 cm. Rak bisa dibuat dengan bambu atau kayu yang ringan. Yang paling penting adalah kaki rak diberi wadah air berupa ember atau baki atau lamparan atau nampan untuk menghalangi semut melarikan diri.

Mempersiapkan Sarang Buatan

Sarang buatan budidaya kroto bisa terbuat dari toples, bekas botol air mineral, atau ember. Lobangi sarang buatan pada bagian bawahnya selebar 1 cm untuk keluar masuk semut mencari makan. Lobang cukup dibuat  2 saja. Jika lobang terlalu banyak, maka akan ditutup dengan sendirinya oleh semut rangrang. Sarang buatan diletakkan terbalik dengan posisi bagian bawah menjadi di atas, hal ini untuk menyesuaikan dengan kebiasaan semut rangrang yang bersarang pada bagian atap media.

Mempersiapkan Peralatan Perberburuan Sarang

Setelah kandang, rak, dan sarang buatan selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah mencari dan mendapatkan bibit semut rangrang yang akan dibudidayakan. Namun sebelumnya harus mempersiapkan peralatan berburu berupa sabit atau gunting besar untuk memotong cabang atau ranting yang ada sarangnya, tangga untuk memanjat pohon, tali atau tambang untuk mengerek canang atau ranting yang ada sarangnya, kantong/kandi/karung untuk wadah sarang sementara. Satu yang paling penting adalah tepung tapioka atau kanji atau pati untuk melumuri tangan dan lengan kita agar semut tidak bisa merambat ke tangan kita agar tidak tergigit.

Berburu Sarang Kroto di Alam

Berburu sarang atau mencari benih atau bibit langsung dari alam adalah hal penting selanjutanya. Pada daerah-daerah tertentu, keberadaan sarang semut rangrang sudah sangat sulit dijumpai, sarang semut rangrang sudah sangat sulit dijumpai, akan tetapi, jika kita mau mencari dengan tekun dan pantang menyerah, ternyata di daerah-daerah tertentu masih banyak sarang semut rangrang. Selain berburu di alam, ada langkah mudah mendapatkan bibit semut rangrang, yaitu dengan membeli dari para peternak yang sudah berhasil. Silahkan mencari penjualnya yang banyak menawarkan melalui internet.
Memindahkan Semut Rangrang ke Sarang Buatan
Setelah bibit atau sarang kita dapatkan dari alam, langkah selanjutnya, kita bawa pulang untuk dibersihkan dan dikeluarkan dari sarang, ini adalah proses yang lumayan sulit, karena pada proses ini, resiko tergigit rangrang sangat besar, padahal sebenarnya gigitan rangrang tidak terlalu sakit, sebentar saja sembuh, tetapi mungkin karena jumlahnya yang cukup banyak sehingga terkadang kita merasa kaget dan takut, tetapi lama-lama kita juga akan terbiasa dengan gigitan semut kroto ini, sehingga tidak merasa sakit lagi, alias kebal.


Semut kita keluarkan dari sarangnya berikut dengan krotonya dengan cara membuang satu persatu daun yang menjadi sarangnya. Setelah semut dan kroto bersih dari daun dan ranting, selanjutnya semut dan kroto kita masukkan ke sarang baru yang sudah kita persiapkan sebelumnya (tentang cara membuat sarang baru, silahkan lihat posting selanjutnya). Setelah semut rangrang dan kroto masuk ke sarang baru, kemudian kita tutup rapat sarang baru selama 2 hingga 3 jam agar semut beradaptasi dengan lingkungan sarang baru tersebut. Setelah 2 sampai 3 jam, kemudian tutup lobang sarang kita buka, agar semut mendapat udara segar.

Untuk memindahkan semut dari sarang alam ke sarang buatan, peralatan yang digunakan adalah ember atau bak besar yang sekeliling sebelah dalamnya dibubuhi atau dilumuri dengan tepung kanji agar semut rangrang tidak dapat merambat naik dan keluar. Tangan kita juga harus dilumuri dengan tepung tersebut.

Langkah selanjutnya silahkan baca 5 Syarat Sukses Budidaya Kroto
Download PDF nya di Sini Bro !

Budidaya Semut Rangrang



Walaupun gigitan semut rangrang lumayang menyakitkan, semut rangrang terbukti bisa menjadi  sumber penghasilan yang cukup menjanjikan. Pengamatan Cesard (2004) yang dilakukan di  Malingping, Jawa Barat menunjukkan bahwa larva dan pupa semut rangrang atau biasa disebut  kroto, bisa di panen dan di jual sebagai pakan burung dan umpan pancing. Pada tempat lain di  Jawa, budidaya kroto ini dianggap sebagai bisnis yang amat menguntungkan. Saat ini guna  memenuhi permintaan kroto segar para palaku budidaya semut rangrang masih mengandalkan  hasil dari alam, mereka mengambil dari sarang sarang semut rangrang yang berada di pohon pohon disekitar lingkungannya.



Pada banyak tempat sudah ada yang sengaja melakukan budidayak semut rangrang dengan  membiarkan koloni semut rangrang membuat sarang di tanaman buah-buahan di perkebunan, ini  membuat para pemilik kebun memperoleh pendapatan ganda, pendapatan utama dari hasil panen  buah dan pendapatan tambahan dari panen kroto.

Semut rangrang saat ini dapat dibudidayakan baik secara tradisional ataupun secara intensif.  Budidaya semut rangrang secara tradisional dapat kita lakukan dengan memindahkan  segerombolan koloni atau sarang semut rangrang dari pohon yang satu kepohon yang lainya.  dalam budidaya semut rangrang secara intensif kita memelihara koloni semut rangrang pada  sebuah tabung bambu, dan tabung bambu itu ditaruh pada pohon kering atau tongkat yang  berada di tengah tengah kolam. Tujuan meletakkan sarang semut di tengah kolam adalah supaya  semut rangrang tidak dapat kabur.

Cara pembuatan sarang semut rangrang dengan media bambu :

Siapkan beberapa potongan bambu yang panjangnya kurang lebih 40 centimeter (atau sesuai  keinginan), pada salah satu ujung bambu dilubangi dan disisi lainnya dibiarkan tertutup. Jumlah  potongan bambu sebanyak 10 buah (semakin banyak potongan bambu semakin banyak sarang  yang dibuat dan semakin banyak penghasilan kroto dan bibit yang dihasilkan). Siapkan pula  kayu papan untuk pondasi bambu dan papan untuk bertengger sarang semut dan kita buat  tatakan untuk meletakkan tabung-tabung bambu tersebut di kolam, kita buat di kolam agar semut  tidak kabur dan tidak diganggu oleh semut beda jenis tau pemangsa.
Sesudah papan untuk tatakan kita buat kemudian taruh sarang bambu tersebut diatas papan  penopang. Sesudah itu kita pindahkan bibit dari segerombolan semut rangrang bersama ratu  ratunya dan taruh di atas bambu, papan atau langsung kita masukan kedalam tabung bambunya  agar semut rangrang bisa lebih cepat bersarang (tiap sarang mesti mempunyai ratu). Siapkan  makanan semut rangrang secukupnya, berilah tulang tulang hewan, bangkai serangga dan  sesekali berilah semut rangrang air gula sebab air gula pasti disukai semut. Asalkan kita mau  berkeja sacara telaten pasti dapat berkembang. Kroto sudah bisa di panen dalam waktu 10 hari  sejak semut di pindahkan

Analisa Budidaya Kroto 2 Ons perhari

Untuk menghasilkan Kroto sebanyak 2 - 2.5 ons perhari, kita membutuhkan beberapa peralatan  dan biaya yang tidak begitu besar sebab sebagian bahan dapat diperoleh di sekitar kita secara  gratis. Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat tempat budidaya semut  rangrang. Berikut analisa biaya budidaya kroto yang bisa dijadikan patokan :
Modal membuat sarang :
  1. Kita dapat menggunakan kolam sederhana sedalam 10 cm seluas sekitar 50 -100 cm2 yang bila  kita buat memakai semen, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 30.000 atau dapat juga menggunakan  bak plastik atau ember bekas pakai sebanyak 15 buah @ Rp 5.000
  2. Siapkan 30 potongan ruas bambu diameter dalam 7 cm. Kira kira memerlukan 1 atau 2 batang  bambu dengan harga bambu sekitar Rp 15.000 perbatang, kita juga dapat menggunakan batang  bambu bekas bangunan atau rumah.
  3. Siapkan 30 buah batu bata untuk mengganjal bak plastik atau ember. Kita bisa menggantinya  dengan menggunakan batu batu ceper, keramik bekas, bongkaran bangunan dan lainnya yang  penting dapat di jadikan ganjal pada bak plastik atau ember.
  4. Potongan kayu setebal 2 cm hingga 3 cm luas 20cm x 20 cm sebanyak 15 buah. Dalam hal ini bisa  digunakan potongan-potongan papan limbah bangunan juga tidak apa-apa.
  5. Siapkan bambu belah ukuran 3 cm x 1 cm x 50 cm sebanyak 15 buah. Mau pakai kayu limbah  bangunan juga tidak apa-apa. Ini berfungsi sebagai cagak tabung bambu, pasang sepasang  tabung bambu di bambu cagak ini. Paku pada potongan kayu di ujung bambu belah lainnya  sebagai bantalan, tindih bantalan ini dengan batu bata.
Modal Bibit semut rangrang :
Cari segerombolan semut dan krotonya yang dipetik di pepohonan, masukan dalam kantong   plastik setelah itu dipakai sebagai bibit semut rangrang. Setelah itu bagi menjadi 15 jumput kroto plus semut-semutnya dan masukan dalam tabung bambu, usahakan di setiap tabung bambu  mendapat seekor ratu semut. Untuk harga tergantung berapa harganya di pencari kroto. Bisa  10.000, bisa 25.000 bisa 50.000. Atau malah dapat juga gratis jika Anda memetiknya di kebun  sendiri atau kebun tetangga. Jangan gunakan kroto yang sudah dipajang di toko toko hewan  atau pancing apalagi yang sudah berbau, pada prinsipnya membibitkan semut rangrang itu relatif  mudah.
Modal Harian :
  • Modal harian merupakan pakan untuk semut yang untuk penangkaran sejumlah 30 tabung (15  pasang tabung) di atas, tidak akan sampai Rp. 1000/ hari. Bahkan dapat juga memanfaatkan yang  ada di sekitar kita, gratis.
  • Ketelatenan.
  • Tahan gigitan semut
  • Tenaga dan waktu Anda.
Kesimpulan
Untuk memulai budidaya semut rangrang tidak di butuhkan modal yang besar, bahan bahannya  bisa di dapat di sekitar kita. Untuk biaya pakan juga tidak besar, berikan serangga serangga kecil  mati yang bisa di temui, sesekali berikan air gula. Panen kroto bisa di lakukan setiap hari setelah 10 hari semut di masukan dalam sarang bambu, kroto yang didapat bisa mencapai 1 - 2,5 ons perhari. Semoga peluang usaha ini bisa membantu kita semua.


Panduan Budidaya Semut Kroto pdf ...

Postingan Populer

Popular Posts

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Usaha Budidaya Semut Rangrang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger